Kamis, April 2, 2026
BerandaNasionalPT TIMAH Tbk Kembali Buka Beasiswa Kelas Unggulan SMAN 1 Pemali Tahun...
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

PT TIMAH Tbk Kembali Buka Beasiswa Kelas Unggulan SMAN 1 Pemali Tahun Ajaran 2026/2027

PANGKALPINANG, beritakita.info – PT TIMAH Tbk resmi membuka gerbang kesempatan bagi putra-putri terbaik di wilayah operasional perusahaan untuk meraih pendidikan berkualitas. Mulai hari ini, Senin (2/3/2026), pendaftaran Program Kelas Beasiswa di SMAN 1 Pemali tahun ajaran 2026/2027 resmi diaktifkan secara daring melalui laman resmi perusahaan.

Program yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade ini menyasar pelajar berprestasi namun terkendala keterbatasan ekonomi. Untuk tahun ini, kuota yang tersedia adalah sebanyak 36 kursi bagi siswa terpilih dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Riau Daratan.

Bagi para pelajar yang tertarik untuk melakukan pendaftaran dapat mengakses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Program Kelas Beasiswa PT TIMAH (Persero) Tbk Tahun Ajaran 2026/2027 di laman https://spmb2026.beasiswatimah.com

Corporate Secretary PT TIMAH Tbk, Ruddy Nursalam, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan komitmen jangka panjang untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas.

““Kami berharap dapat terus berkontribusi dalam melahirkan talenta yang mampu bersaing di level nasional maupun global,” ujar Ruddy. Ia menambahkan bahwa masa pendaftaran akan berlangsung cukup panjang, yakni hingga 10 April 2026”.

Namun, mendapatkan kursi di kelas ini bukanlah perkara mudah. Para calon siswa harus melewati “maraton” seleksi yang ketat, meliputi:

  • Verifikasi administrasi dan survei lapangan.
  • Tes Potensi Akademik (TPA) dan Psikotes.
  • Wawancara hingga analisis psikologi klinis.
  • Uji kesehatan menyeluruh.

Berbeda dengan sekolah reguler, Program Kelas Beasiswa ini menerapkan sistem boarding school (asrama). Kepala Sekolah SMAN 1 Pemali, Eflina, menekankan bahwa syarat akademik seperti nilai rapor minimal 75 hanyalah ambang batas awal.

“Kesiapan emosional jauh lebih krusial. Hidup di asrama berarti harus mandiri, jauh dari orang tua, dan disiplin tinggi,” jelas Eflina. Ia mengingatkan calon siswa untuk memiliki visi masa depan yang konkret sejak hari pertama menginjakkan kaki di asrama.

Keberhasilan program ini bukan sekadar klaim. Sejak dirintis tahun 2000, asrama PT TIMAH telah melahirkan ratusan alumni yang kini berkarier sebagai dokter, insinyur, hingga birokrat di kementerian.

Naurah Ashira, siswa kelas XII yang saat ini sedang menempuh program tersebut, memberikan pesan penyemangat bagi adik-adik kelasnya. “Manfaatkan kesempatan ini. Jika kalian lolos, gunakan setiap detik untuk berprestasi karena kalian adalah orang-orang terpilih yang berhasil menyisihkan ribuan pendaftar lainnya,” pesannya.

*) Nichita Bella