KARIMUN, beritakita.info- Sore yang seharusnya berjalan tenang di kawasan Parit Benut, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral, tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Asap mulai mengepul dari atap rumah milik warga berinisial MR, tepat sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (10/8/2026). Saat itu, di dalam rumah masih ada suami beserta anak pemilik rumah, dua nyawa yang terancam oleh jilatan api yang mulai melahap bangunan.

Di tengah kepanikan, justru suara anak kecil yang menjadi penyelamat. FI, anak berusia 9 tahun, menyadari bahaya lebih dulu. Dengan berani, ia segera berlari memberi tahu tetangga terdekat. Kabar itu menyebar cepat. Seorang tetangga yang baru saja pulang kerja langsung bergegas menuju lokasi, diikuti warga lainnya yang berdatangan membantu.
Kapolsek Meral, Iptu Wardi Purbowo, menceritakan bagaimana momen kritis itu berlangsung.
“Saksi yang merupakan tetangga korban baru pulang kerja, lalu mendapat kabar dari anak korban. Bersama warga lainnya, ia langsung menuju lokasi untuk memberikan pertolongan,” ungkap Iptu Wardi.
Sesampainya di sana, warga segera menyelamatkan suami korban yang masih berada di dalam rumah. Nyawa selamat, namun api kian membesar dengan cepat. Tanpa menunggu, warga bahu-membahu meredam amukan api hanya dengan peralatan seadanya seperti ember, selang, dan apa saja yang dapat digunakan. Di saat yang sama, kabar segera disampaikan kepada petugas pemadam kebakaran dan kepolisian agar datang membantu.
Kira-kira pukul 17.40 WIB, hanya dalam waktu sekitar 40 menit sejak api pertama kali terlihat, kobaran api berhasil dikuasai dan dipadamkan oleh warga. Sesampainya petugas Damkar, mereka langsung melakukan pendinginan menyeluruh agar api tidak kembali menyala.

“Dengan alat seadanya, api berhasil dipadamkan oleh warga. Kemudian dibantu petugas Damkar untuk proses pendinginan, memastikan api tidak kembali menyala,” tambah Kapolsek.
Kabar paling melegakan yakni tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kebakaran itu menghanguskan bangunan dan sejumlah barang berharga di dalamnya. Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 30 juta.
Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih menelusuri apa yang menjadi penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, keberanian anak berusia 9 tahun dan kebersamaan warga yang sigap saling menolong menjadi kisah hangat di tengah peristiwa yang menyedihkan itu, membuktikan bahwa kepedulian sesama mampu menyelamatkan nyawa sekalipun dalam situasi paling genting.
*Nichita Bella




