Sabtu, Oktober 10, 2026
BerandaEkonomiSambut HUT ke-27 Karimun, Bupati Iskandarsyah Ajak Warga Judah Doa Bersama dan...

Sambut HUT ke-27 Karimun, Bupati Iskandarsyah Ajak Warga Judah Doa Bersama dan Dorong Ekonomi Biru

Karimun, beritakita.info— Suasana khidmat menyelimuti Masjid Ash Sholihat di Dusun Tanjung Judah, Desa Keban, Kecamatan Sugie Besar, Kabupaten Karimun, Jumat (9/10/2026) siang. Usai menunaikan salat Jumat, Bupati Karimun Iskandarsyah bersama masyarakat menggelar doa bersama untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Karimun yang jatuh pada 12 Oktober 2026.

Di dalam masjid, doa-doa dipanjatkan dengan satu harapan yakni agar Kabupaten Karimun senantiasa diberkahi, masyarakatnya sejahtera, dan daerah ini semakin baik ke depannya.

Bagi Iskandarsyah, momentum menjelang hari jadi Kabupaten Karimun bukan sekadar perayaan seremonial. Ia ingin peringatan usia ke-27 kabupaten tersebut menjadi ruang untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus memperkuat harapan bagi masa depan daerah.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk turut mendoakan keberlangsungan pembangunan dan kemajuan Kabupaten Karimun.

“Doakan kami biar Karimun banyak duit,” ujar Iskandarsyah, disambut suasana akrab bersama masyarakat.

Ia mengaku telah cukup lama tidak berkunjung ke wilayah tersebut. Karena itu, kesempatan hadir dan berdoa bersama masyarakat di Masjid Ash Sholihat menjadi momen yang memiliki makna tersendiri baginya.

Menurutnya, doa bersama yang dilaksanakan di masjid, terlebih pada hari Jumat yang merupakan hari mulia bagi umat Islam, diharapkan membawa keberkahan bagi Kabupaten Karimun.

“Saya memang sudah lama tak ke sini. Mudah-mudahan ini salah satu tempat yang bisa membawa keberkahan seperti namanya Judah yang mirip Jeddah, apalagi kita berada di masjid dengan hari yang mulia, senoga doa doa kita diijabah,” katanya.

HUT ke-27, Momentum Bersyukur dan Menatap Masa Depan

Kabupaten Karimun akan memperingati hari jadinya yang ke-27 pada 12 Oktober 2026. Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah kegiatan, termasuk upacara peringatan dan syukuran bersama.

Iskandarsyah menyebutkan, peringatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menghormati para tokoh yang telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Karimun.

“Ada upacara, kemudian kita syukuran. Tokoh-tokoh kita undang, termasuk istri almarhum ayah kita, Haji Muhammad Sani, serta tokoh-tokoh lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, perjalanan Kabupaten Karimun hingga memasuki usia ke-27 tidak terlepas dari peran banyak pihak. Karena itu, peringatan hari jadi diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah.

Sebelum doa bersama dilaksanakan, kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karimun.
Bantuan tersebut disalurkan kepada imam masjid, bilal, khatib, serta masyarakat yang membutuhkan.

Iskandarsyah mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para penerima, meskipun nilainya tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat.

“Jangan diukur dari nilai sembakonya, tetapi ini adalah bentuk perhatian dari pemerintah daerah kepada masyarakat di sini, semoga bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan” ujarnya.

Bagi pemerintah daerah, perhatian terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program pembangunan berskala besar, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan warga di tingkat desa dan dusun.

Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan dapat mempererat hubungan sekaligus memastikan bahwa pembangunan dan perhatian sosial menjangkau masyarakat hingga wilayah pesisir.

Dorong Pendidikan untuk Tingkatkan IPM Karimun

Di balik kegiatan doa bersama tersebut, Iskandarsyah juga menyampaikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya masyarakat di Kecamatan Sugie Besar.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah tingkat pendidikan masyarakat. Ia mengusulkan agar warga yang belum menyelesaikan pendidikan dapat difasilitasi untuk mengikuti program Paket A, Paket B, maupun Paket C.

Menurutnya, peningkatan pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Karimun.

“Saya ada usulkan warga di sini untuk mengambil Paket A, Paket B, atau Paket C kalau belum tamat sekolah. Ini cara kita untuk meningkatkan IPM kita. Nanti kita formulasikan,” katanya.

Ia menilai, upaya meningkatkan IPM harus dimulai dengan memahami persoalan yang menyebabkan capaian pembangunan manusia belum optimal.

“IPM Karimun kenapa nomor lima, apa persoalannya? Kita tingkatkan. Nanti kita cari cara. Yang penting semangat belajar, supaya IPM kita ada perbaikan,” ujarnya.

Pendidikan, menurutnya, menjadi salah satu fondasi penting untuk membuka peluang masyarakat memperoleh pekerjaan yang lebih baik, meningkatkan pendapatan, serta beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Karena itu, pemerintah daerah akan berupaya merumuskan langkah yang dapat mendorong masyarakat, terutama mereka yang belum menuntaskan pendidikan formal, agar kembali memiliki kesempatan untuk belajar.

Blue Economy dan Peluang Ekonomi Masyarakat Pesisir

Selain pendidikan, potensi kelautan dan pesisir juga menjadi perhatian pemerintah daerah dalam merancang pembangunan Kecamatan Sugie Besar.

Iskandarsyah menyampaikan bahwa konsep blue economy atau ekonomi biru akan menjadi salah satu pendekatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi laut dan pesisir secara berkelanjutan.

“Blue economy di daerah Sugie, Sugie Besar, kita rancang semuanya akan berkembang. Makanya kita bangun SDM kita, mulai dari anak-anak kita. Nanti kita akan kasih BLK atau pelatihan,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan ekonomi wilayah pesisir perlu berjalan beriringan dengan peningkatan keterampilan masyarakat. Dengan demikian, potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah dapat memberikan nilai tambah dan membuka peluang usaha baru.

Pemerintah daerah juga berencana mendorong pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) agar masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan peluang ekonomi di wilayahnya.

Tidak hanya menyasar generasi muda, pemberdayaan juga diarahkan kepada kaum ibu melalui pengembangan usaha rumahan dan produk lokal.

Iskandarsyah mencontohkan potensi kerupuk atom yang telah dikenal sebagai salah satu produk olahan masyarakat. Potensi tersebut dinilai dapat terus dikembangkan melalui pemberdayaan dan peningkatan kemampuan usaha.

Ia berharap, produk lokal tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan, tetapi juga mampu berkembang menjadi usaha yang memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

“Di samping itu, ibu-ibu kita tingkatkan. Kita dorong pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, ekonomi biru pada dasarnya merupakan upaya menjadikan laut dan kawasan pesisir sebagai sumber kehidupan serta pendapatan masyarakat, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam.

“Blue economy itu adalah bagaimana kita merancang agar laut dan pesisir pantai menjadi sumber kehidupan, sumber pendapatan, seperti sumber daya alam laut dan pesisir,” jelasnya.

Doa dan Harapan untuk Karimun yang Lebih Sejahtera

Doa bersama di Masjid Ash Sholihat menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-27 Kabupaten Karimun. Namun, di balik lantunan doa dan penyerahan bantuan, tersimpan harapan yang lebih besar tentang masa depan masyarakat.

Peningkatan pendidikan, penguatan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan potensi kelautan menjadi sejumlah hal yang disoroti dalam kunjungan tersebut.

Bagi masyarakat pesisir Sugie Besar, kemajuan daerah diharapkan tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari semakin terbukanya kesempatan untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan usaha.

Memasuki usia ke-27, Kabupaten Karimun diharapkan terus tumbuh menjadi daerah yang mampu mengoptimalkan potensi alamnya serta letaknya yang berada di posisi strategis selat Malaka, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sebab, keberhasilan pembangunan pada akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah daerah, melainkan juga tentang sejauh mana kesejahteraan dan kesempatan hidup yang lebih baik dapat dirasakan oleh masyarakatnya.

*Nichita Bella