KARIMUN, beritakita.info – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun kembali mencanangkan program strategis Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) untuk tahun 2026. Kali ini, tiga desa terpilih menjadi sasaran pembinaan, yaitu Desa Selat Mendaun, Desa Parit, dan Desa Tulang.
Program ini merupakan inisiatif nasional yang dilandasi sejumlah regulasi, bertujuan memperkuat sistem statistik nasional hingga ke tingkat paling bawah, serta menjadikan data sebagai dasar utama dalam pengambilan keputusan pembangunan.
Kepala BPS Kabupaten Karimun, Lulus Haryono, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan bertahap sejak tahun 2022 lalu.
“Program Desa Cinta Statistik ini merupakan program strategis BPS yang dilandasi regulasi. Melalui ini, BPS hadir sebagai pembina utama statistik daerah dan berperan aktif memperkuat sistem statistik nasional sampai level desa,” ujar Lulus Haryono.

Sejak diluncurkan, pembinaan telah dilakukan secara bertahap. Tahun 2022 dimulai dari Kelurahan Tebing, kemudian satu desa di tahun 2023, satu desa di tahun 2024, serta Desa Pangke Barat dan Desa Telaga Tujuh pada tahun 2025.
“Tahun 2026 ini kita kembali mencanangkan untuk Desa Selat Mendaun, Desa Parit, dan Desa Tulang,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, BPS tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng berbagai instansi terkait. Kolaborasi dilakukan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kementerian Agama hingga BPJPH untuk penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
Sinergi juga terjalin dengan Dinas Kominfo Statistik dan Persandian untuk mendorong digitalisasi, serta Dinas Koperasi, UMKM, dan BAZNAS.
“Kami mengajak seluruh perangkat desa dan agen statistik untuk berpartisipasi. Mudah-mudahan program ini memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ucap Lulus, yang juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati Karimun dan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyambut baik dan sangat mendukung program ini. Menurutnya, di era digital saat ini, kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Sekarang adalah era digital. Apa yang terjadi di belahan dunia lain bisa kita ketahui dalam hitungan menit berkat internet. Kemajuan teknologi ini harus kita manfaatkan, salah satunya untuk statistik,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, akurasi data sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembangunan.
“Semakin akurat data statistik, semakin mudah dan sukses kita membangun, terutama di desa-desa. Ini yang menjadi konsentrasi kita ke depan,” tegasnya.
Bupati juga menyinggung dukungan infrastruktur melalui program Starlink untuk memperluas akses internet, serta keterkaitannya dengan program strategis lainnya.
“Kita ingin mewujudkan Karimun yang maju, sejahtera, dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045. Dengan data yang kuat, kita bisa mendorong sertifikat halal untuk UMKM, mewujudkan one product one village, hingga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang anggarannya mencapai Rp700 juta per hari di Karimun,” jelasnya.
Melalui Desa Cantik, diharapkan tercipta tata kelola yang tertib, terukur, dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya untuk sama-sama memajukan daerah.
*Nichita Bella







