Selasa, April 13, 2021
Beranda Karimun Tim Satgas Laut Kabupaten Karimun Temukan 25 Surat Kesehatan Palsu dari...

Tim Satgas Laut Kabupaten Karimun Temukan 25 Surat Kesehatan Palsu dari Penumpang Asal Meranti


Karimun- Tim Satuan Tugas Laut Gugus Tugas Kabupaten Karimun temukan sebanyak 25 surat kesehatan yang diduga palsu dari para penumpang yang berasal dari Kabupaten Meranti Provinsi Riau, Rabu (27/5/2020) lalu.


Semenjak pemerintah Kabupaten Karimun menerapkan kebijakan ketat di pintu masuk Pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun dengan menunjukkan surat kesehatan yang bertujuan menekan angka penularan Covid-19 yang sudah menjadi pandemi di Indonesia, ternyata menjadi suatu kesempatan emas bagi para calo yang berada di luar Kabupaten Karimun untuk mendapatkan sejumlah keuntungan.



“Pada tanggal 27 dan 28 Mei 2020 lalu, kita menemukan suatu yang janggal terhadap 25 surat kesehatan yang diduga palsu dari penumpang Ferry Dumai Express yang berasal dari pelabuhan di Kabupaten Meranti,” ungkap Sekretaris Camat Karimun Efryan Santana yang juga sebagai Anggota Satgas Laut Gugus Tugas Kabupaten Karimun.


Menurut Efryan, pihaknya menduga palsu karena jelas sekali ada beberapa kejanggalan yang didapati dari surat-surat tersebut.


“Yang kita temui, surat tersebut memiliki nomor surat yang semuanya sama, kemudian tanda tangan dan capnya bukan asli atau cap basah melainkan scanner, menurut interogasi yang kita lakukan, mereka mendapatkan surat tersebut dengan mengeluarkan biaya Rp 300.000 per surat, mereka juga mengaku tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan apapun sebelum mendapatkan surat tersebut,” jelas Efryan

Setelah menemukan hal tersebut, tim Satgas Laut langsung membawa para penumpang yang menjadi korban surat palsu untuk melakukan cek kesehatan di Unit Pelayanan Puskesmas Balai Kecamatan Karimun.


“Penumpang tetap kita terima, karena kita anggap mereka sebagai korban dari para calo yang tidak bertanggung jawab, namun kita giring para penumpang ke Puskesmas Balai untuk dilakukan tes kesehatan ulang, dan hasilnya Alhamdulillah semuanya normal,” ujar Sekcam Efryan


Salah seorang korban bernama Mardona menjelaskan dari mana alas surat kesehatan palsu yang ia dapatkan untuk masuk ke pelabuhan Tanjung balai Karimun.


“Saya tinggal di Selat Panjang, saya ke Karimun karena kerja di Kapal Tagboat, kemarin pulang lebaran ke Selat Panjang, saya tak tau macam mana cara buat surat kesehatan yang diminta pemerintah Kabupaten Karimun agar bisa masuk ke Karimun, jadi saya tanya teman saya, teman saya bilang ada temannya yang bisa buatkan, biayanya Rp 300.000, jadi saya minta tolong karena takut kalau tak ada surat nanti  dikarantina,” ungkap Mardona


Berbeda dengan Mardona, korban lain bernama Rais mengatakan bahwa dirinya mendapatkan surat kesehatan palsu itu dari salah seorang petugas di pelabuhan Selat Panjang dengan hanya memberikan uang rokok.

“Saya tanya sama orang di pelabuhan, ada Dinas Kesehatan tak, saya mau buat surat kesehatan, jadi mereka bilang buatnya susah, mereka bilang mereka boleh tolong, dengan bayar Rp 50.000,” ujar Rais

Dengan kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Meranti.


“Saya sudah koordinasi sama Kadis Meranti, beliau bilang akan memeriksa kejadian tersebut,” ungkap Rachmadi

Saat tim berita kita ingin melakukan konfirmasi kepada  Kepala Dinas Meranti, hingga saat ini Kepala Dinas Meranti masih belum  dapat dihubungi. *red


GALLERY FOTO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular