KARIMUN, beritakita.info – Universitas Karimun (UK) kembali mencetak sumber daya manusia melalui pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-XV yang berlangsung di kampus Universitas Karimun, Jalan Canggai Puteri, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Rabu (28/10/2026) siang.
Sebanyak 69 mahasiswa dari tiga fakultas resmi diwisuda dalam momentum akademik yang tidak hanya menjadi penanda keberhasilan para lulusan menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi langkah penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan dunia industri.

Kegiatan wisuda tersebut turut diisi dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU), pemberian penghargaan kepada lulusan terbaik tingkat fakultas dan universitas, serta orasi ilmiah.






Rektor Universitas Karimun, Said Nuwrun Thasimmim, mengatakan rangkaian kegiatan wisuda diawali dengan pelaksanaan yudisium pada Selasa (27/10/2026), kemudian dilanjutkan dengan wisuda pada Rabu (28/10/2026).
“Yang diwisuda sebanyak 69 orang mahasiswa dari tiga fakultas,” ujarnya.
Menurut Said, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia mengatakan, sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek), penyelenggaraan pendidikan tinggi perlu didukung kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Dari pihak kami melakukan kolaborasi bersama dunia usaha dan dunia industri, sehingga apa yang dibutuhkan di lapangan bisa kami sesuaikan dengan kurikulum. Kita juga harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan agar dalam meramu kurikulum bisa tepat untuk menghasilkan lulusan,” kata Said.
Saat ini, Universitas Karimun mengelola 10 program studi yang tersebar di tiga fakultas.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan meliputi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Luar Biasa, serta Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi.
Fakultas Sains dan Teknologi menaungi Program Studi Teknik Informatika, Perencanaan Wilayah dan Kota, Manajemen Kepelabuhan dan Pelayaran, serta Teknik Perkapalan.
Sementara Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora mengelola Program Studi Akuntansi, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Administrasi Negara.
Manja Asmira Jadi Pemuncak Universitas
Pada wisuda ke-XV ini, Universitas Karimun memberikan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik tingkat fakultas, dengan Manja Asmira, S.I.Kom, dari Program Studi Ilmu Komunikasi sebagai pemuncak universitas. Manja berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.
Sementara itu, lulusan terbaik Fakultas Sains dan Teknologi diraih Ditasari Nabila, S.P.W.K., dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota dengan IPK 3,93.
Adapun lulusan terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan diraih Maria Magdalena, S.Pd., dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan IPK 3,91.

Rektor Said Nuwrun Thasimmim menyampaikan, pengembangan Universitas Karimun ke depan akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama tenaga pengajar, serta penguatan sarana pendukung pendidikan.
Ia menjelaskan, universitas telah menyelesaikan program pendidikan doktor bagi 10 orang dosen. Selain itu, hampir seluruh dosen tetap disebut telah memiliki sertifikasi dosen.
“Untuk perkembangan Universitas Karimun, kita fokus dari rencana induk pengembangan, yaitu sumber daya manusianya dulu, dosen-dosennya dulu,” ujarnya.
Ia juga menyebut Universitas Karimun memperoleh hibah penelitian fundamental bagi dosen pada 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas akademik dan pengembangan penelitian di lingkungan kampus.
Said turut mengungkapkan harapan untuk membuka program pendidikan pascasarjana atau magister (S2) pada masa mendatang, dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia dan dukungan masyarakat.
“Dengan adanya 10 orang yang berpendidikan doktor, insyaallah kita akan berupaya membuka program pascasarjana atau S2. Mudah-mudahan mendapat dukungan dari masyarakat,” katanya.
Kerja Sama Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi
Penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan wisuda kali ini.
Universitas Karimun menandatangani sejumlah naskah kerja sama dengan mitra dari dunia usaha, organisasi profesi, lembaga pelatihan, dan pemerintahan desa.
Mitra yang terlibat antara lain PT Karimun Indojaya Cakrawala yang diwakili Operation Manager Trisno Susilo, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karimun yang ditandatangani langsung oleh Ketuanya Pujo Suryono, BPR Tuah Karimun yakni Direktur Siska Naritasari, serta LPK Anugrah Training Center yang diwakili Supriyadi sebagai Direktur. Kerja sama juga melibatkan Ketua Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Kabupaten Karimun yang sekaligus menjabat Direktur Perusahaan Umum Daerah Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, serta Pemerintah Desa Pangke yakni Kepala Desa Junaidi.
Salah satu kerja sama yang disorot adalah kolaborasi Universitas Karimun dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Anugrah Training Center untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dan lulusan melalui pelatihan serta sertifikasi profesi.
Pembina LPK Anugrah Training Center Kabupaten Karimun, Nilwan Jambari mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas akses peningkatan kompetensi bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi di Karimun.
“Ini adalah langkah awal kami bekerja sama dengan UK dan tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah. Ke depan, kita ingin mengambil langkah yang lebih jauh dalam penyediaan tenaga berkompetensi di Karimun, khususnya,” kata Nilwan.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa, mendukung penyediaan tenaga ahli, serta membantu memberikan informasi mengenai peluang kerja bagi lulusan.
Menurut Nilwan, lulusan perguruan tinggi perlu mendapatkan pelatihan tambahan agar mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Sebagaimana misi kami di dalam MoU ini, pertama meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa, kedua sebagai penyedia tenaga ahli, kemudian memberikan informasi tentang lowongan-lowongan kerja setelah mereka tamat, dengan catatan kita memberikan pelatihan terlebih dahulu agar mereka berkompetensi dan bisa diterima di dunia industri,” ujarnya.
Nilwan mengatakan kerja sama tersebut direncanakan berlangsung selama lima tahun. Universitas Karimun menjadi perguruan tinggi pertama yang menjalin kerja sama dengan lembaganya, dan tidak menutup kemungkinan kolaborasi serupa diperluas ke lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Karimun.
Sementara itu, CEO LPK Anugrah Training Center Kabupaten Karimun, Thomas Dodi Saputra menjelaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi pelatihan dan sertifikasi profesi bagi mahasiswa maupun peserta yang membutuhkan peningkatan keterampilan.
Ia mengatakan, kerja sama tersebut nantinya akan menjembatani Universitas Karimun dengan sejumlah lembaga sertifikasi profesi di Indonesia.
“Kami hadir untuk mendukung tim LPK Anugrah Training Center yang akan melakukan MoU dengan Universitas Karimun. Ke depannya, kerja sama ini akan menjembatani beberapa lembaga sertifikasi profesi yang ada di Indonesia,” kata Thomas

Adapun kompetensi yang dipersiapkan mencakup bidang kesehatan dan keselamatan kerja (K3), sistem manajemen mutu, sistem manajemen lingkungan, serta sejumlah keterampilan teknis lapangan, seperti operator, rigger, dan scaffolder.
Menurut Thomas, peserta yang berminat akan difasilitasi mengikuti pelatihan selama beberapa hari sesuai kesepakatan. Selanjutnya, asesor dari lembaga sertifikasi profesi akan melakukan penilaian terhadap peserta.
Peserta yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh sertifikat dari lembaga pelatihan maupun lembaga sertifikasi terkait, sesuai skema dan kewenangan sertifikasinya.
“Untuk saat ini, kami lebih fokus pada kompetensi kesehatan dan keselamatan kerja atau K3, kemudian sistem manajemen mutu, serta bidang lingkungan,” ujarnya.
Sementara, Rektor Universitas Karimun, Said Nuwrun Thasimmim menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah sarjana, tetapi juga memiliki kompetensi tambahan yang dapat dibuktikan melalui sertifikat pelatihan atau sertifikasi profesi.
Ia menyebutkan, rencana tersebut akan diselaraskan dengan kebutuhan setiap fakultas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh mahasiswa Universitas Karimun.
Pemprov Kepri Dorong Lulusan Berdaya Saing
Gubernur Kepulauan Riau yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kepri, T.S. Arif Fadillah, menyampaikan apresiasi atas keberadaan Universitas Karimun yang dinilainya menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Karimun.
Menurutnya, perguruan tinggi tersebut memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten, terutama karena Kepulauan Riau mempunyai posisi geografis strategis serta potensi besar di bidang industri dan pariwisata.
“Kita maklumi bahwa Universitas Karimun ini menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Karimun dan sudah dirintis oleh para pendahulu dengan luar biasa. Tentunya kita bangga, insyaallah adik-adik kita menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompetensi,” kata Arif.

Ia mendorong para lulusan agar terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta tidak ragu bersaing di berbagai bidang pekerjaan.
“Kita menginginkan seluruh generasi kita, di mana pun berada, menuntut ilmu setinggi-tingginya. Apalagi di tengah kondisi saat ini, potensi geografis Kepri menjadi peluang yang besar. Kita berharap anak-anak kita bisa berkecimpung di berbagai dunia pekerjaan, menikmati potensi industri dan wisata di Provinsi Kepri ini,” ujarnya.
Arif juga meyakini lulusan Universitas Karimun mampu menunjukkan prestasi dan mengembangkan karier, baik di lingkungan pemerintahan maupun perusahaan.
Dalam pesannya, ia mengingatkan para wisudawan agar tidak melupakan peran orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.
“Kita harus bangga dan berterima kasih kepada orang tua. Setiap kita mendapatkan pendidikan, itu berkat dukungan dan dorongan orang tua. Sampaikan ucapan terima kasih serta salam hormat kepada orang tua,” tuturnya.
Ia berharap Universitas Karimun terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang membawa manfaat bagi daerah.
Nurdin Basirun: Jangan Hanya Melihat Gedung, tetapi Kualitas Lulusan
Mantan Bupati Karimun sekaligus mantan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, yang merupakan salah satu tokoh penting dalam perintisan Universitas Karimun, turut menyampaikan pesan mengenai tujuan awal pendirian kampus tersebut.
Ia mengatakan, Universitas Karimun dirintis dengan harapan dapat mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi, serta membangun karakter masyarakat yang ingin maju
“Dulu kami merintis Universitas Karimun ini. Pertama, kami ingin mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, karena kita menempati posisi yang sangat strategis berhadapan dengan negara tetangga,” kata Nurdin.

Tujuan kedua, lanjutnya, adalah membuka kesempatan bagi anak-anak Karimun untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus kehilangan kesempatan karena keterbatasan akses.
Ketiga, pendirian universitas diharapkan mampu mendorong masyarakat Karimun memiliki karakter yang ingin maju dan sukses.
“Dengan pemikiran sederhana, dukungan teman-teman dan masyarakat, berdirilah Universitas Karimun yang alhamdulillah hari ini sudah melaksanakan wisuda ke-15,” ujarnya.
Nurdin mengatakan, para alumni Universitas Karimun telah menunjukkan kiprah di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, perusahaan, dan dunia usaha. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa lulusan kampus daerah memiliki peluang untuk bersaing dan menduduki posisi strategis.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak meragukan kemampuan Universitas Karimun hanya berdasarkan kondisi fisik bangunan kampus.
“Jangan melihat gedung kampus yang kita lihat, tetapi lihatlah kualitas anak-anak kami yang sudah lulus dari perguruan tinggi UKA ini. Ternyata mereka juga punya daya saing yang tidak kita ragukan,” tegasnya.
Nurdin turut menekankan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata.
Menurutnya, setiap kesepakatan harus diikuti program nyata yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan lulusan untuk terlibat dalam pembangunan daerah.
“Kerja sama seperti ini saya harap tidak hanya berbentuk seremonial, tetapi ada tindak lanjutnya, agar betul-betul anak-anak dari Universitas Karimun ini dapat berperan bersama kita membangun Karimun yang kita sayangi dan cintai, baik di perusahaan, perguruan tinggi, pemerintahan, maupun lembaga-lembaga yang mendorong ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, keberlanjutan merupakan hal penting dalam membangun institusi pendidikan. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya melihat siapa yang menggagas pendirian sebuah lembaga, tetapi juga harus memperhatikan siapa yang melanjutkan dan mengembangkan lembaga tersebut.
Nurdin berharap tidak ada lembaga pendidikan di Karimun yang tertinggal dalam meningkatkan kapasitas dan kualitasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan agar fasilitas yang dibangun dan kualitas tenaga pendidik yang ditingkatkan benar-benar memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Wisuda Menjadi Momentum Penguatan Pendidikan Karimun
Pelaksanaan wisuda ke-XV Universitas Karimun menjadi momentum bagi kampus untuk menegaskan kembali perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan daerah.
Selain prosesi pengukuhan wisudawan, kegiatan diisi dengan tari persembahan, menyanyikan lagu kebangsaan dan mars, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ikrar alumni, pidato perwakilan mahasiswa dan alumni, pembacaan pesan dan kesan lulusan, serta orasi ilmiah.
Rangkaian kegiatan juga mencakup penyerahan lulusan kepada Ikatan Alumni Universitas Karimun, penandatanganan nota kesepahaman, pemberian penghargaan Universitas Karimun, hiburan, dan penutupan sidang senat terbuka.
Melalui penguatan kualitas dosen, pengembangan program studi, rencana pembukaan pendidikan pascasarjana, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, Universitas Karimun diharapkan mampu memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dan meningkatkan daya saing setelah lulus.
Bagi para wisudawan, prosesi tersebut bukan sekadar akhir perjalanan akademik, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu, kompetensi, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan demi berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Karimun.
*Nichita Bella







