PANGKALPINANG, beritakita.info – Bagi ribuan warga di pelosok Kepulauan Bangka Belitung hingga Riau, kehadiran sebuah minibus berkelir khas bukan sekadar pemandangan biasa. Kendaraan itu adalah “Mobil Sehat” PT TIMAH Tbk, sebuah unit layanan medis keliling yang dalam tiga tahun terakhir menjadi tumpuan harapan bagi mereka yang terisolasi dari akses fasilitas kesehatan arus utama.
Catatan performa program ini menunjukkan tren yang terus mendaki. Sepanjang tahun 2025 saja, armada medis ini telah menyisir 56 desa di tiga provinsi—Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Riau—dengan total 7.114 penerima manfaat. Jika ditarik garis ke belakang sejak 2023, total warga yang terlayani telah menembus angka 17.212 jiwa.
Menembus Sekat Geografis
Di wilayah kepulauan, jarak bukan sekadar angka di peta, melainkan hambatan fisik menuju ruang periksa dokter. Program yang juga akrab disapa “Oto Sihat” ini dirancang untuk memangkas jarak tersebut.
Bangka Belitung tetap menjadi fokus utama dengan jangkauan di 47 desa yang melayani 6.201 warga pada tahun lalu. Sementara itu, di wilayah Kepulauan Riau dan Riau, layanan ini berhasil menyentuh 9 desa dengan 913 pasien.
Layanan yang diberikan mencakup kebutuhan dasar namun krusial: pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pengecekan tekanan darah, hingga pemberian obat-obatan dan edukasi pola hidup bersih. Bagi banyak lansia di desa terpencil, kehadiran mobil ini adalah kali pertama mereka bisa berkonsultasi dengan tenaga medis tanpa harus menempuh perjalanan berjam-jam menuju pusat kota.
Data yang Berbicara
Kepercayaan masyarakat terhadap program ini tercermin dari statistik yang terus menebal setiap tahunnya:
- 2023: Menjangkau 42 titik dengan 4.371 pasien.
- 2024: Meluas ke 53 titik dengan 5.727 pasien.
- 2025: Menembus 56 desa dengan 7.114 pasien.
“Kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat,” ujar Anggi Siahaan, Department Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, dalam keterangan tertulisnya.
Kolaborasi dan Keberlanjutan
Anggi menegaskan bahwa keberhasilan Mobil Sehat tidak lepas dari kerja sama lintas sektor. Dalam operasionalnya, PT TIMAH Tbk berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan setempat. Sinergi ini memastikan bahwa layanan yang diberikan tetap selaras dengan standar medis pemerintah namun memiliki fleksibilitas tinggi untuk menjangkau daerah sulit.
Program ini menjadi bagian integral dari strategi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berfokus pada dampak berkelanjutan. “Perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi agar layanan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” pungkas Anggi.
Di tengah tantangan aksesibilitas kesehatan di wilayah kepulauan Indonesia, inisiatif “menjemput bola” seperti ini membuktikan bahwa kehadiran korporasi di tengah masyarakat tak hanya diukur dari angka produksi, tapi juga dari denyut nadi kesehatan warga di sekitar wilayah operasionalnya.(*)
