Rabu, Februari 28, 2024
BerandaKarimunPolisi Bongkar Penimbunan Solar Subsidi di Karimun, Ini Tanggapan Ady Hermawan
spot_img

Polisi Bongkar Penimbunan Solar Subsidi di Karimun, Ini Tanggapan Ady Hermawan

Karimun – Ketua Komisi III DPRD Karimun, Ady Hermawan turut menyoroti pengungkapan kasus penimbunan BBM subsidi jenis solar oleh Polres Karimun, Polda Kepulauan Riau.

Diketahui, polisi menangkap tiga orang tersangka atas kasus penimbunan tersebut pada 30 Mei 2022 kemarin.

Ady Hermawan mengaku sangat menyayangkan kegiatan penimbunan ditengah terbatasnya stok BBM subsidi jenis solar di Kabupaten Karimun.

Kemudian, dirinya juga menyayangkan kurangnya pengawasan dari pihak SPBU yang membuat aksi penimbunan tersebut bisa terjadi.

Menurutnya, penyaluran BBM subsidi yang sudah jelas peruntukkannya itu harus diawasi dengan ketat baik pihak SPBU maupun dinas terkait.

“Pihak SPBU dan dinas terkait harus bisa lebih ketat mengawasi penyaluran BBM subsidi jenis solar ini, jangan sampai ada kegiatan serupa kembali terjadi,” ujar Ady Hermawan, Jumat (3/6/2022).

Lebih lanjut, Ady memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang berhasil membongkar bisnis ilegal kasus penimbunan BBM subsidi jenis solar tersebut.

Ia meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas terkait kasus penimbunan BBM subsidi jenis solar tersebut.

“Saya minta kasus penimbunan BBM subsidi jenis solar yang terjadi kemarin bisa diusut tuntas oleh pihak kepolisian,” kata Ady.

Diberitakan sebelumnya, Polres Karimun berhasil membongkar kasus penimbunan BBM subsidi jenis solar, Senin (30/5/2022).

Pengungkapan bisnis ilegal itu berawal dari penangkapan terhadap tiga orang tersangka pada 29 Mei 2022.

Ketiga orang tersangka diamankan, yakni tersangka EH selaku pemilik truk dan tersangka, MS dan YS sebagai sopir.

Dari pengakuan ketiga tersangka, mereka menjalankan bisnis ilegalnya tersebut dengan bolak-balik melansir BBM subsidi jenis solar di SPBU menggunakan armada truk sejak Februari 2021.

Pihak kepolisian saat ini sedang mendalami kemungkinan keterlibatan petugas SPBU dalam aksi penimbunan oleh ketiga tersangka tersebut.

Ketiga tersangka dikenai pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak, gas dan bumi sebagaimana diubah dengan pasal 40 angka 9 UU RI nomor 11 tahun 2022 tentang cipta kerja dengan ancaman 6 tahun pidana penjara dan denda maksimal 60 miliar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular