Rabu, Februari 28, 2024
BerandaKarimunSambut Ramadhan, Kenduri Kampung Sehidang Setalam, Resmi Jadi Tradisi Kabupaten Karimun
spot_img

Sambut Ramadhan, Kenduri Kampung Sehidang Setalam, Resmi Jadi Tradisi Kabupaten Karimun

Karimun- Lestarikan tradisi warisan budaya Melayu, Aliansi Budak Balai Bersatu bersama Lembaga Adat Melayu Kabupaten Karimun menggelar acara Kenduri Kampung Sehidang Setalam di halaman Rumah Dinas Bupati Karimun, Sabtu (18/3/2023) pagi.

Kenduri Kampong Sehidang Talam ini diawali dengan acara adat penyambutan, tabur beras kunyit, silat persembahan, pemasangan Tanjak Warisan, dan tepuk tepung tawar.

Selaku Dato Setia Amanah Negeri Karimun Darussalam, Bupati Karimun Aunur Rafiq menyambut baik Kenduri Kampong Sehidang Setalam yang digelar oleh Aliansi Budak Balai Bersatu bersama Lembaga Adat Melayu Kabupaten Karimun. Dirinya berencana akan menjadikan kegiatan Kenduri Kampong Sehidang Setalam menjadi agenda setiap tahunnya di Kabupaten Karimun.

” Atas nama pemerintah kabupaten Karimun memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Aliansi Budak Balai Bersatu yang telah menggagas kegiatan kenduri Kampung bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu Kabupaten Karimun. Untuk itu Kenduri Kampong Sehidang Setalam pada hari ini kita resmikan dan akan kita agendakan setiap tahunnya, melalui APBD. Karena kegiatan ini, akan menjadi kegiatan religius dan juga menjadi kegiatan wisata yang akan dikemas dengan baik,” ujar Bupati Rafiq.

Sementara itu, sebagai Dato Wira Setia Utama l, Muhammad Firmansyah mengatakan, bahwa budaya kenduri ini merupakan tradisi masyarakat melayu dan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Atas nama Ketua LAM Kabupaten Karimun mengucapkan terima kasih dan menyambut baik atas Kenduri Kampong yang digelar oleh Aliansi Budak Balai Bersatu ini, karena warisan tradisi adat Melayu sangat penting untuk terus kita lestarikan bersama,” ucapnya.

Sambungnya, bahwa akar budaya setempat yang sudah menjadi budaya dan kebiasaan masyarakat Melayu setiap tahun menyambut bulan suci Ramadhan dan bisa menjadi suatu tempat wisata dan daya tarik masyarakat.

” Akar budaya setempat yang telah diangkat oleh adik-adik kita ini merupakan suatu akar budaya yang sudah menjadi pundi-pundi budaya kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Melayu setiap tahun menyambut bulan suci Ramadhan, maka itu kita tampilkan secara besar akan memperlihatkan kepada khalayak ramai bisa menjadi suatu tempat wisata dan daya tarik dari masyarakat bahwa ada suatu komunitas budaya yang perlu diangkat ke tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Selanjutnya, kegiatan ini diakhiri dengan Ziarah Sejarah ke makam Amir yang berada di Masjid Al-Mubarak, Kecamatan Meral.

Reporter: Riana Refalina

Editor: Nichita Bella

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular