Senin, Mei 4, 2026
BerandaNasionalSiasat PT TIMAH Tbk Mendongkrak UMKM: Dari Meja Produksi hingga Panggung Inacraft

Siasat PT TIMAH Tbk Mendongkrak UMKM: Dari Meja Produksi hingga Panggung Inacraft

PANGKALPINANG, beritakita.info – Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tantangan terbesar seringkali bukan sekadar modal, melainkan akses pasar dan standarisasi produk. Menyadari celah tersebut, PT TIMAH Tbk (TINS) sepanjang 2025 hingga awal 2026 menggeber program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) yang lebih komprehensif: sebuah ekosistem pendampingan yang dirancang untuk memaksa UMKM lokal “naik kelas”.

Perusahaan plat merah ini tidak lagi hanya berperan sebagai penyalur modal, tetapi juga sebagai kurator, pelatih, sekaligus pembuka gerbang pasar berskala nasional.

Menembus Sekat Pasar Nasional

Salah satu instrumen promosi paling mencolok adalah fasilitasi akses pasar. Produk-produk binaan TINS tidak lagi hanya parkir di bazar kecamatan, melainkan telah merambah panggung bergengsi seperti Inacraft 2025 di Jakarta.

Selain pameran kelas berat, produk UMKM binaan juga disisipkan ke dalam berbagai event strategis—mulai dari Belitung Expo hingga ruang publik seperti bandara. Strategi ini bertujuan untuk memberikan eksposur maksimal bagi produk kriya, fesyen, hingga kuliner lokal agar mampu bersaing dengan brand yang sudah mapan.

Intervensi Teknologi dan Legalitas

Di balik panggung pameran yang megah, PT TIMAH Tbk melakukan pembenahan di dapur produksi. Perusahaan menyalurkan bantuan alat produksi mulai dari oven, freezer, mesin jahit, hingga peralatan pengemasan modern bagi puluhan UMKM di berbagai sektor. Intervensi ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi yang sering kali menjadi titik lemah pengusaha kecil.

Tak berhenti di alat, aspek legalitas juga menjadi fokus. TINS mendampingi pelaku usaha dalam pengurusan izin edar, sertifikasi Halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Langkah ini krusial untuk memastikan produk lokal tidak hanya bagus secara kualitas, tapi juga “aman” dan kredibel di mata konsumen modern.

Membentuk Profesionalisme Pelaku Usaha

Melalui kolaborasi dengan Rumah BUMN Belitung, rangkaian pelatihan digital marketing hingga manajemen keuangan digelar. Ratusan pelaku UMKM digembleng untuk lebih adaptif terhadap teknologi dan lebih tertib dalam pelaporan keuangan.

“PT TIMAH Tbk berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM agar mampu naik kelas. Kami ingin UMKM binaan memiliki akses pasar yang lebih luas dan produktivitas yang berkelanjutan,” ujar Anggi SiahaanDepartment Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk.

Anggi menambahkan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Tujuannya jelas: menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Dengan pendekatan yang menyentuh aspek hulu (produksi) hingga hilir (pemasaran), program PUMK PT TIMAH Tbk ini menjadi potret bagaimana sebuah BUMN mencoba membangun pondasi ekonomi lokal yang tidak hanya bertumpu pada sektor tambang, tetapi juga pada kreativitas dan profesionalisme para pengusaha kecilnya.