Karimun, beritakita.info- Akibat diterjang angin kencang dan arus laut yang kuat, Ponton di Dermaga Pelabuhan Tanjung Makom, Selat Beliah ambruk pada Rabu (6/10/2025) malam sekira pukul 21.00 WIB.
Ponton Dermaga yang memang sudah pincang tersebut kini sudah tidak dapat digunakan untuk aktivitas naik turun penumpang di pelabuhan itu.

Kekokohan Ponton yang seharusnya memiliki empat titik tiang penyangga untuk mengikat Ponton tersebut, namun sebelum ambruk, Ponton tersebut memang hanya tersisa dua tiang penyangga saja, sehingga membuat Ponton tersebut tidak memiliki kekuatan yang lengkap.
“Kita sudah minta BUP untuk segera melakukan perbaikan terhadap ponton yang rusak, patah dan hilang, memang butuh waktu, karena setelah dikaji nilainya untuk tiga tiang penyangga itu mencapai 1,7 hingga 1,8 miliar rupiah, namun kita minta ini dijadikan atensi agar segera ditanggapi,” ungkap Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole saat menanggapi ponton yang pincang beberapa waktu yang lalu
Belum sempat diperbaiki, Ponton Dermaga yang memang menjadi kebutuhan masyarakat sudah tidak memiliki ketahanan dalam menghadapi angin kencang dan arus laut yang kuat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Tohap, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung lokasi kejadian pada Selasa pagi.
“Ponton ambruk akibat angin kencang dan arus laut yang kuat, ditambah kondisinya memang sudah dimakan usia. Tadi pagi kami sudah turun ke lokasi, dan rencananya ponton akan segera diangkat oleh pihak BUP selaku pengelola,” ujar Tohap, Selasa (7/10/2025).
Ia menambahkan, penanganan lebih lanjut akan dilakukan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP).
Untuk menjaga kelancaran layanan, operasional pelabuhan sementara dialihkan menggunakan ponton keberangkatan.
“Untuk sementara, naik turun penumpang dialihkan ke ponton keberangkatan,” ungkap Tohap
*Nichita Bella
