Selasa, Juni 9, 2026
BerandaKarimunDari Total 27 SPPG di Karimun, Sebanyak 17 SPPG ditangguhkan, ini Alasannya!
spot_img
spot_img
spot_img

Dari Total 27 SPPG di Karimun, Sebanyak 17 SPPG ditangguhkan, ini Alasannya!

Karimun, beritakita.info – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun sempat mengalami gangguan pasalnya sebanyak 17 dari total 27 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) harus ditangguhkan sementara operasionalnya. Keadaan ini membuat sejumlah siswa dan warga tidak dapat menikmati layanan makan bergizi secara sementara, namun kabar baiknya, mulai besok Selasa (9/6/2026) sebanyak 5 unit SPPG telah dipastikan akan kembali beroperasi seperti biasa.

Hal ini dijelaskan secara langsung oleh Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis Kabupaten Karimun, Rocky Marciano Bawole yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Karimun  menegaskan bahwa penghentian operasional belasan SPPG tersebut murni disebabkan oleh kendala pencairan dana operasional yang belum masuk ke rekening.

“Dari 17 SPPG yang ditangguhkan secara bertahap sejak sebulan terakhir, mulai besok Selasa, 9 Juni 2026, ada 5 SPPG yang aktif kembali dan siap melayani masyarakat serta siswa seperti biasa,” ujar Rocky saat dikonfirmasi via telepon WhatsAppnya pada Senin (8/6/2026) siang.

Dari total 27 SPPG yang tersebar di seluruh wilayah Karimun, sebanyak 17 unit terpaksa berhenti sementara karena tidak diperbolehkan menggunakan dana talangan. Sesuai peraturan yang berlaku, dana operasional SPPG seharusnya dicairkan setiap 10 hari sekali dari tingkat pusat ke daerah. Namun karena proses pencairan mengalami keterlambatan, maka secara otomatis operasional tidak dapat dijalankan.

Rocky menjelaskan bahwa aturan yang ditetapkan sangat tegas, yaitu tidak ada penggunaan dana tambahan atau talangan untuk menutupi kekosongan anggaran. Oleh karena itu, jika dana belum masuk ke rekening pengelola, maka pelayanan tidak dapat dilaksanakan.

“Selama ini sistemnya memang berjalan berdasarkan jadwal pencairan setiap 10 hari sekali. Kalau dana belum cair, otomatis tidak bisa berjalan. Biasanya kalau telat satu atau dua hari, pengelola memang tidak bisa melayani, itu hal biasa yang terkait dengan administrasi. Tapi alhamdulillah, mulai besok dana sudah mulai masuk untuk 5 SPPG dan kondisi akan kembali seperti semula,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa kabar yang sempat viral di masyarakat mengenai terhentinya pengiriman dana adalah benar adanya. Namun, di balik permasalahan ini, sebenarnya ada proses pembenahan menyeluruh yang sedang dilakukan pada sistem administrasi program.

Kondisi ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pengetatan pengawasan secara menyeluruh pasca munculnya kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan pimpinan Badan Gizi Nasional. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh proses pelaksanaan program berjalan sesuai aturan yang berlaku dan setiap rupiah anggaran yang digunakan tepat sasaran.

“Pengetatan ini dilakukan agar program dapat berjalan dengan lebih baik, transparan, dan bertanggung jawab. Meskipun sempat menimbulkan kendala sementara, tujuan akhirnya adalah agar layanan ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat tanpa ada penyimpangan apa pun,” jelas Rocky.

Meskipun masih terdapat sejumlah SPPG yang belum dapat beroperasi, pihak Satgas menegaskan bahwa proses perbaikan dan penyelesaian masalah akan terus dilakukan secara bertahap. Tujuannya agar seluruh unit yang sempat ditangguhkan dapat kembali melayani dengan kualitas dan standar pelayanan yang sama seperti sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Rocky juga memberikan pesan dan himbauan kepada seluruh pengelola SPPG yang menjadi mitra pemerintah di wilayah Karimun agar tetap tenang dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengelola SPPG mitra di Karimun untuk tetap fokus melakukan hal-hal yang telah diatur dalam standar yang berlaku dan menjalankan operasional secara profesional sesuai ketentuan yang ada. Kami akan terus mendampingi dan memastikan semua kendala dapat diselesaikan secepatnya,” tutupnya.

Dengan adanya perbaikan sistem dan kelancaran pencairan dana, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih baik, efektif, dan terus memberikan manfaat optimal bagi seluruh warga Karimun, terutama bagi anak-anak dan kelompok sasaran yang membutuhkan.

*Nichita Bella