KARIMUN, beritakita.info – Semangat kolaborasi pemerintah dan swasta dalam memajukan ekonomi daerah kembali terwujud. Bupati Karimun, Iskandarsyah, secara resmi membuka soft opening Melaka Kopi yang berlokasi di Jalan Haji Arab, Kecamatan Karimun, pada Rabu (20/5/2026) pagi. Peresmian ini turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Karimun, Herman Akham dan Muhammad Firdaus.
Kehadiran Melaka Kopi tidak hanya menjadi wajah baru tempat kuliner dan nongkrong di Karimun, tetapi juga menjawab kebutuhan fasilitas pendukung pariwisata yang memadai. Dilengkapi dengan fasilitas modern seperti layar besar dan smart TV, tempat ini dirancang tidak hanya untuk bersantai, tetapi juga mendukung kebutuhan pertemuan bisnis atau acara formal.

Bupati Karimun Iskandarsyah mengapresiasi langkah maju para pemuda lokal yang mewujudkan ide bisnisnya menjadi kenyataan. Ia mengaku bangga dan memberikan apresiasi tinggi karena usaha ini mampu menyerap tenaga kerja sekaligus melengkapi ekosistem pariwisata daerah.
“Hari ini kami hadir untuk membuka soft opening Melaka Kopi. Tempat ini bukan sekadar restoran atau tempat nongkrong, fasilitasnya luar biasa, bahkan sudah disiapkan ruang pertemuan lengkap dengan layar besar dan smart TV. Kami sangat mendukung pembukaan ini, bukan hanya karena mampu merekrut 40 orang tenaga kerja, tetapi ini bagian penting untuk melengkapi fasilitas penunjang bagi wisatawan yang datang ke Karimun,” ujar Iskandarsyah.

“Kami sangat bangga pada anak-anak muda lokal ini. Setahun yang lalu mereka baru berbicara soal rencana ini, dan hari ini mereka mampu merealisasikannya. Di situ kami sangat salut, ini luar biasa,” tambahnya.
Menurut Bupati, penciptaan lapangan kerja adalah salah satu tantangan utama yang terus dihadapi pemerintah daerah. Kehadiran investasi dari pihak swasta seperti Melaka Kopi sangat membantu meringankan beban tersebut sekaligus menjadi penggerak ekonomi utama.

“Salah satu fokus utama kami adalah membuka lapangan kerja, dan mereka sudah mampu merekrut 40 orang. Ini sangat membantu tugas kami. Strategi kami untuk menggerakkan ekonomi Karimun ada dua, pertama mendorong investasi agar bisnis tumbuh di sini, dan kedua mengembangkan pariwisata. Saat ini sudah ada 4 kapal dari Malaysia (Kukup dan Putri Harbour) yang beroperasi ke sini, serta 2 perjalanan dari Singapura. Mereka punya relasi dengan agen perjalanan, dan ini korelasinya sangat kuat untuk mendatangkan pengunjung,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Karimun sendiri diketahui sedang gencar melakukan berbagai pembenahan dan pengembangan destinasi agar Karimun semakin menarik. Mulai dari penataan kawasan pesisir yang akan dirancang seperti taman bunga di Belanda, pembangunan ikon Gedung Kerang Hijau, hingga penyelenggaraan berbagai event olahraga skala besar.
“Kami minta masyarakat menjaga keamanan dan kenyamanan Karimun. Kami juga tengah merancang konsep ‘Welcome to Karimun’ agar pengunjung tahu apa yang bisa dilihat dan dinikmati. Termasuk penataan kawasan pesisir dan pembangunan Gedung Kerang Hijau nantinya. Event olahraga juga menjadi salah satu penggerak ekonomi, dan kami tidak berjalan sendiri. Pesan Bapak Presiden jelas, kita harus menggandeng swasta untuk pertumbuhan ekonomi, dan ini adalah bukti sinerginya,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti catatan positif ekonomi Karimun yang tumbuh 7,8% dan inflasi terjaga di angka 1% pada April 2026, lebih baik dibandingkan Batam maupun Tanjungpinang. Ia meyakini letak strategis Karimun di muara Selat Malaka dan posisinya dalam segitiga pertumbuhan Singapura–Malaysia–Pekanbaru–Kepri yang mencakup 60 juta jiwa, memiliki potensi luar biasa yang belum tergali maksimal.

“Potensi pasar kita sangat besar, tapi tantangannya ada pada atraksi wisata dan ketersediaan akomodasi. Itulah yang sedang kita bangun dasarnya. Kolaborasi pemerintah dan swasta akan menjadi pemicu utama agar uang yang masuk bisa berputar di dalam daerah kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Owner Melaka Kopi, Yusdi, menyampaikan rasa syukur dan tekad kuatnya untuk berkontribusi bagi kemajuan kampung halaman. Sebagai putra asli Karimun yang telah berkiprah di dunia usaha selama 10 tahun, Yusdi menegaskan bahwa tujuannya bukan sekadar keuntungan, melainkan membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Saya Yusdi, lahir dan besar di Karimun. Harapan saya adalah mewujudkan Karimun Maju 2030. Caranya, kami akan terus berusaha membangun sektor perhotelan, perjamuan, dan atraksi wisata agar pengunjung makin banyak masuk ke Karimun. Kita tidak butuh sekadar ‘Capital of Love’, tapi kita butuh capital inflow atau arus masuk modal dan uang demi kemajuan ekonomi kampung kita,” ungkap Yusdi.
Ia juga menekankan komitmennya dalam memprioritaskan tenaga kerja lokal. Dari lebih dari 40 karyawan yang direkrut, mayoritas adalah warga asli Karimun.

“Sudah 10 tahun saya berusaha. Karimun adalah kampung saya, tempat keluarga dan teman-teman saya berada, rasanya tidak mungkin saya tinggalkan. Untuk di Melaka Kopi ini, mayoritas karyawan adalah orang lokal, sekitar 90%, sisanya sekitar 10% tenaga pendukung dari luar. Kami ingin memastikan manfaat ekonomi ini dirasakan langsung oleh warga sekitar,” pungkas Yusdi.
*Nichita Bella
