KARIMUN, beritakita.info– Sebuah truk pengangkut barang bernasib kurang baik saat melintasi jalur menanjak di Jalan Bukit Sidomulyo, Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, Senin (25/5/2026) siang. Kendaraan bermuatan sekitar satu ton kerupuk kering mentah itu tiba-tiba kehilangan tenaga, hingga menyebabkan insiden yang sempat mengundang keramaian.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 14.35 WIB. Saat hendak menaklukkan tanjakan curam di kawasan tersebut, truk itu mendadak tak berdaya. Alih-alih naik ke atas, kendaraan justru bergerak mundur tak terkendali karena bobot muatan yang berat. Akibatnya, bodi belakang truk menabrak pagar pembatas di pinggir jalan sebelum akhirnya berhenti.
Beruntung, tak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, meski kerusakan pada bagian bodi kendaraan dan pagar tak terelakkan.
Berdasarkan keterangan sopir truk, Ali, yang berada di balik kemudi, insiden bermula saat mesin kendaraan tiba-tiba mati total tepat di tengah jalan menanjak. Kondisi itu membuat sistem pengereman bekerja ekstra keras menahan bobot truk beserta muatannya yang mencapai satu ton.
“Saat menanjak itu mesinnya tiba-tiba mati sendiri, jadi mobil langsung tidak kuat naik. Karena jalanan menanjak dan muatan berat, otomatis kendaraan langsung mundur ke belakang dan menabrak pagar di situ,” ungkap Ali di lokasi kejadian, terlihat masih berusaha menenangkan diri usai insiden.
Kejadian ini seketika menyita perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Bukit Sidomulyo yang dikenal memiliki kontur jalan naik-turun yang cukup ekstrem. Arus lalu lintas di titik tersebut sempat mengalami penumpukan dan harus dialihkan sementara, sementara petugas dan sejumlah warga bergotong royong membantu proses evakuasi kendaraan agar kembali aman dan jalan bisa dilalui seperti semula.
Meski insiden ini tidak menimbulkan dampak fatal, kejadian ini kembali menjadi pengingat penting bagi seluruh pengemudi angkutan barang. Melalui peristiwa ini, ditegaskan kembali pentingnya memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat, utamanya rem dan mesin, apalagi saat harus melintasi jalur berliku atau menanjak dengan muatan yang cukup berat agar kejadian serupa tidak terulang.
*Nichita Bella
