Sabtu, Juni 27, 2026
BerandaKarimunMeski Biaya Melonjak, Perumda Tirta Mulia Karimun Tetap Lampaui Target Laba Tahun...
spot_img
spot_img
spot_img

Meski Biaya Melonjak, Perumda Tirta Mulia Karimun Tetap Lampaui Target Laba Tahun 2025

KARIMUN, beritakita.info – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mulia Karimun berhasil membukukan keuntungan bersih sebesar Rp837 juta pada tahun buku 2025. Angka ini ternyata melampaui rencana awal yang ditetapkan sebesar Rp800 juta, meskipun secara nilai menurun dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Laporan kinerja keuangan tersebut resmi disetujui oleh Bupati Karimun selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) dalam rapat penyampaian laporan tahunan yang berlangsung di kediaman dinas Bupati, Jumat (26/6/2026).

Feri Kurniawan, Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, menjelaskan bahwa dari total keuntungan yang diraih, sebanyak 55 persen akan disetorkan sebagai dividen kepada Pemerintah Kabupaten Karimun.

“Nilainya mencapai Rp460 juta yang akan masuk ke pendapatan asli daerah. Ini adalah wujud sumbangsih perusahaan bagi pembangunan daerah,” tegas Feri.

Meski melebihi target, perolehan laba tahun 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang menembus angka Rp1 miliar. Penurunan ini murni dipengaruhi kenaikan biaya operasional yang cukup tajam akibat kondisi perekonomian dan situasi global.

Menurut Feri, harga bahan baku pengolahan air bersih melonjak drastis sepanjang tahun lalu. Beberapa jenis bahan kimia vital bahkan naik hingga 70 persen.

“Seperti soda, tawas, hingga kaporit harganya melonjak tinggi. Dampak gejolak dunia terasa langsung ke rantai pasok barang kebutuhan kami. Kalau tahun 2024 biaya operasional masih jauh lebih rendah, otomatis sisa keuntungannya lebih besar. Tahun lalu kami tetap berusaha berproduksi optimal meski beban biaya membengkak,” paparnya.

Penyusunan dan penyampaian laporan ini juga dipastikan telah memenuhi ketentuan tata kelola sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri yang berlaku bagi seluruh Badan Usaha Milik Daerah.

Dalam kesempatan itu, pihak Kuasa Pemilik Modal memberikan apresiasi namun sekaligus menyampaikan arahan strategis. Ke depannya manajemen diminta lebih gencar melakukan efisiensi penggunaan sumber daya serta memperbaiki kinerja pelayanan, agar keuntungan dapat kembali ditingkatkan, terutama saat ketidakpastian harga pasar masih berpotensi terjadi.

*Nichita Bella