Kamis, Mei 21, 2026
BerandaKarimunTemui Kesulitan Siswa di Karimun, Komisi X DPR RI Minta Evaluasi Buku...

Temui Kesulitan Siswa di Karimun, Komisi X DPR RI Minta Evaluasi Buku Pegangan Siswa Kelas 1 SD ke Pusat

JAKARTA, beritakita.info – Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Maria Yohana Esti Wijayati, menyoroti penggunaan buku pegangan siswa untuk jenjang kelas 1 Sekolah Dasar (SD) yang saat ini digunakan di sekolah-sekolah. Menurut penilaiannya, buku tersebut dinilai belum memenuhi standar yang layak dan belum sesuai dengan kebutuhan pendidikan dasar bagi anak usia dini.

Penilaian ini disampaikan secara langsung oleh Maria Yohana Esti Wijayati dalam pernyataannya yang terekam dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, di mana ia menekankan pentingnya kualitas materi ajar bagi peserta didik di tingkat paling dasar pendidikan formal.

Sebagai wakil rakyat yang membidangi urusan pendidikan, Esti menegaskan bahwa materi dan isi buku pegangan siswa harus disusun dengan cermat, tidak hanya dari segi muatan akademik, tetapi juga disesuaikan dengan tahap perkembangan psikologis dan kognitif anak usia 6–7 tahun.

“Kami melihat ada hal yang perlu diperbaiki dan dievaluasi secara menyeluruh terkait buku pegangan siswa kelas 1 SD yang beredar saat ini. Kita temui saat kunjungan ke SD di Tanjung Balai Karimun kemarin, Isinya dinilai belum sesuai dan belum mampu mendukung proses pembelajaran yang efektif bagi anak-anak di jenjang awal sekolah dasar,” ujar Esti dalam pernyataannya.

Menurutnya, buku pegangan siswa adalah fondasi utama dalam proses belajar mengajar. Jika bahan ajar yang digunakan belum tepat, dikhawatirkan akan menghambat pemahaman siswa sejak dini, bahkan dapat menurunkan minat belajar anak. Oleh karena itu, ia meminta pihak terkait, khususnya kementerian yang menaungi urusan pendidikan, untuk segera meninjau kembali kurikulum dan bahan ajar yang berlaku.

Esti juga menekankan bahwa peran DPR dalam hal ini adalah melakukan pengawasan agar kebijakan pendidikan benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik peserta didik. Kualitas buku pelajaran harus menjadi prioritas, mengingat buku tersebut menjadi panduan bagi guru maupun siswa di dalam kelas.

“Kami harap evaluasi ini segera ditindaklanjuti. Jangan sampai anak-anak kita mendapatkan materi yang kurang tepat, karena ini menyangkut masa depan pendidikan bangsa. Buku yang baik adalah yang mampu membuat anak mengerti, tertarik, dan senang belajar,” tegasnya.

Sorotan ini pun mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk orang tua siswa dan tenaga pendidik yang selama ini merasakan langsung penggunaan buku tersebut. Banyak yang berharap adanya perbaikan yang nyata agar standar pendidikan di Indonesia semakin meningkat dan berkualitas.

Penilaian ini diperkuat langsung oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah, yang turut mendampingi rombongan Komisi X DPR RI saat melakukan peninjauan langsung ke SD Negeri 004 Tebing, Kabupaten Karimun beberapa waktu lalu. 

Setelah melihat langsung isi buku yang digunakan di lapangan, Bupati Iskandarsyah sepakat bahwa materi yang ada di dalam buku tersebut belum tepat sasaran bagi anak-anak usia dini.

“Kami mendampingi rombongan Wakil Ketua dan anggota Komisi X DPR RI di SD 004 Tebing. Saya lihat sendiri buku Matematika untuk kelas 1 memang sulit untuk anak-anak yang belum bisa dan lancar membaca,” ungkap Bupati Iskandarsyah 

Karena ketidaksesuaian materi tersebut, Bupati Iskandarsyah pun menyampaikan harapan agar pihak pusat segera melakukan pembenahan. Ia meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk tidak sekadar mengganti buku, tetapi memastikan materi yang diajarkan benar-benar ramah anak dan sesuai dengan kemampuan dasar siswa.

“Harapan kami agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengevaluasi buku-buku yang digunakan, agar isinya benar-benar sesuai dengan tingkatan usia dan kemampuan anak didik,” tegasnya.

 *Nichita Bella