Selasa, Mei 12, 2026
BerandaKarimunTransformasi Digital Layanan Kebersiha, Karimun Resmi Terapkan Pembayaran Retribusi Lewat QRIS

Transformasi Digital Layanan Kebersiha, Karimun Resmi Terapkan Pembayaran Retribusi Lewat QRIS

KARIMUN, beritakita.info- Pemerintah Kabupaten Karimun terus melangkah maju dalam mewujudkan pelayanan publik yang modern dan transparan. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya sosialisasi pembayaran retribusi jasa layanan kebersihan secara non tunai yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karimun di kediaman dinas Bupati Karimun, Senin (11/5/2026) sore. 

Melalui kerja sama strategis dengan Bank Riau Kepri Syariah Cabang Karimun, masyarakat kini dapat membayar kewajiban retribusi persampahan cukup dengan memindai kode QRIS, cepat, aman, dan tanpa ribet.

Langkah inovasi ini bertujuan guna meningkatkan kualitas layanan di bidang kebersihan sekaligus mengoptimalkan pendapatan asli daerah dari sektor retribusi persampahan. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Karimun Iskandarsyah turut didampingi Kepala DLH Karimun, Ahmadi, dan secara langsung melakukan uji coba penggunaan sistem pembayaran baru ini.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah mendukung transformasi digital. Menurutnya, sistem baru ini menjawab kebutuhan layanan yang lebih efektif, akuntabel, dan bebas dari potensi penyimpangan.

“Ini adalah bagian dari upaya kami membawa pelayanan publik ke arah yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel. Pembayaran retribusi kebersihan lewat sistem non tunai diharapkan bisa menumbuhkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajibannya. Di sisi lain, langkah ini juga meminimalisir kendala administrasi sekaligus menutup celah potensi kebocoran penerimaan daerah,” ujar Iskandarsyah usai melakukan uji coba transaksi.

Ia juga menyoroti kemudahan yang dirasakan masyarakat sebagai pengguna layanan. Dengan sistem QRIS, proses pembayaran menjadi lebih sederhana dan tercatat rapi dalam sistem.

“Sistem ini memberikan kemudahan luar biasa bagi masyarakat. Transaksi jadi lebih cepat, aman, dan setiap pembayaran terekam dengan jelas. Tidak ada lagi alasan kesulitan atau kerumitan saat harus membayar retribusi kebersihan,” ungkap Bupati Iskandarsyah 

Lebih jauh, Iskandarsyah mengingatkan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya bergantung pada sistem pembayaran, tetapi juga kesadaran kolektif warga. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif memilah sampah sejak dari rumah tangga, pertokoan, hingga kawasan usaha.

“Pemilahan sampah dari sumbernya adalah kunci utama. Langkah ini penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), meningkatkan nilai guna sampah yang bisa didaur ulang, dan tentu saja menjaga lingkungan kita tetap bersih dan sehat. Digitalisasi pembayaran dan pengelolaan sampah yang bijak harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karimun, Ahmadi, menjelaskan bahwa sosialisasi ini diselenggarakan agar seluruh elemen masyarakat paham betul mengenai tata cara dan manfaat sistem baru ini. Ia berharap inovasi ini mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak demi kemajuan pelayanan publik di Karimun.

“Tujuan utama sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat mengenai cara pembayaran retribusi secara non tunai. Kami ingin meningkatkan kesadaran warga untuk taat membayar kewajiban daerah,” ungkap Ahmadi.

Ia melanjutkan, kehadiran sistem pembayaran digital ini akan memangkas berbagai masalah administrasi yang selama ini kerap terjadi. Segala bentuk potensi keterlambatan, kesalahan pencatatan, hingga ketidaktahuan mengenai kewajiban pembayaran bisa diminimalisir bahkan dihilangkan.

“Dengan adanya sistem ini, potensi keterlambatan dan kesalahan dalam pembayaran bisa diatasi. Paling penting, transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah akan jauh lebih terjamin. Kami berterima kasih kepada Bank Riau Kepri Syariah yang telah menjadi mitra strategis mewujudkan kemudahan ini, dan berharap masyarakat Karimun segera beralih menggunakan layanan ini,” pungkas Ahmadi.

Kini, era pembayaran retribusi kebersihan yang berbelit dan manual sudah berlalu. Karimun semakin mantap bertransformasi menjadi daerah yang tidak hanya indah dan bersih lingkungannya, tetapi juga modern dan tertib dalam sistem pelayanannya.

*Nichita Bella