KARIMUN, beritakita.info – Bupati Karimun, Iskandarsyah, kembali menegaskan semangat kebersamaan dan persatuan dalam membangun daerah. Ia menekankan bahwa sekat pembeda antara warga asli atau tempatan dengan warga pendatang harus dihapuskan sepenuhnya. Menurutnya, tolok ukur utama kemajuan Kabupaten Karimun bukanlah dari mana seseorang berasal, melainkan seberapa besar kontribusi dan peran nyata yang mereka berikan bagi kemajuan bumi berazam ini.
Pernyataan ini disampaikan Iskandarsyah usai acara pelantikan pengurus Himpunan Keluarga Kabupaten Agam (HKKA) periode 2026–2029 yang berlangsung di Gedung Pertemuan Masyarakat (PKSB) Karimun, Minggu (24/5/2026).

Dalam momentum bertema “Mewujudkan Kebersamaan, Mempererat Silaturahmi, dan Menjaga Persaudaraan dalam Suka Maupun Duka”, Nurhidayat resmi dikukuhkan sebagai Ketua HKKA Karimun untuk masa bakti tiga tahun ke depan.
Sementara itu, Ketua terpilih HKKA, Nurhidayat, mengungkapkan rasa syukur dan tanggung jawab besar atas amanah yang diberikan. Ia memaparkan bahwa keberadaan warga Agam di Karimun memiliki bobot yang sangat signifikan dan menjadi kekuatan besar bagi daerah. Berdasarkan data yang dimiliki, dari total sekitar 21.000 warga asal Sumatera Barat yang menetap di Karimun, sekitar 2.000 Kepala Keluarga (KK) di antaranya adalah warga asli Kabupaten Agam yang tersebar dan bernaung di 14 kecamatan se-Kabupaten Karimun.
Bagi Nurhidayat, jumlah yang besar ini bukan sekadar angka, melainkan potensi luar biasa dan aset berharga bagi Karimun. Oleh karena itu, ia menegaskan komitmen organisasi untuk selalu bersinergi dan menjadi mitra setia pemerintah daerah.

“Kami sadar, jumlah kami yang cukup besar ini menjadikan kami sebagai aset daerah untuk membangun Karimun. Tugas kami adalah bersinergi dengan Pemerintah Daerah demi kepentingan masyarakat luas. Prinsip kami jelas: kami mendukung segala program-program pemerintah dan kami siap mengambil peran di sana, baik dari segi ekonomi maupun membantu kelancaran setiap kebijakan yang dikeluarkan,” ungkap Nurhidayat usai dilantik.
Hubungan antara HKKA dan Pemkab Karimun pun dinilainya sudah sangat baik dan terbuka. Nurhidayat menjamin bahwa komunikasi akan terus dijaga erat, di mana organisasi akan selalu bertanya dan berkoordinasi dengan pimpinan daerah.

“Komunikasi kita dengan pemerintah cukup bagus. Apapun program yang dijalankan pemerintah, kita saling berkoordinasi. Apa yang perlu kami berikan kontribusinya, apa yang kami mampu, kami bantu semampu kami. Kami selalu bertanya dan berkomunikasi dengan pimpinan daerah: ‘Apa yang perlu kami bantu?’, karena kami ingin ada di barisan terdepan pembangunan,” tambahnya.
Selain menjaga kerukunan dan persaudaraan antarwarga Agam, Nurhidayat mengungkapkan program utama kepengurusannya adalah pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan dan persaudaraan tidak akan kokoh apabila tidak ditopang oleh kemandirian ekonomi yang kuat. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang menantang saat ini, organisasi hadir untuk menjadi solusi.

“Di kalangan internal warga Agam, program utama kami adalah mencari jalan untuk menaikkan perekonomian masyarakat. Apalagi di dalam keadaan ekonomi seperti sekarang ini, kami berusaha memberikan peluang-peluang usaha dan kemudahan akses ekonomi. Kami memegang prinsip bahwa sifatnya dakwah atau persaudaraan itu, kalau tidak ditunjang ekonomi yang baik, maka akan goyah. Oleh karena itu, kesejahteraan ekonomi warga adalah kunci agar persaudaraan tetap kokoh dan bermanfaat,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Iskandarsyah sangat mengapresiasi keberadaan organisasi seperti HKKA, Ikatan Warga Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang telah lama hidup dan berkembang di Karimun. Ia menilai, kehadiran mereka yang telah menetap lama, berbaur, dan hidup berdampingan secara damai memiliki andil sangat besar dalam menjaga stabilitas, kerukunan, dan ketertiban sosial.

“Bagi kami, yang paling penting itu bukan masalah dia pendatang atau bukan, dia lokal atau bukan. Tapi apa perannya. Peran itulah yang menjadi ukuran bagaimana kita bersama-sama memajukan daerah ini. Siapa pun dia, jika berperan dan berkontribusi, dialah yang memajukan Karimun,” tegas Iskandarsyah di hadapan pengurus dan warga Agam yang hadir.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah di tengah forum-forum seperti ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga tanpa terkecuali. Hal ini sangat berkaitan erat dengan visi besar pemerintah dalam memajukan ekonomi daerah melalui dua sektor unggulan, yakni investasi dan pariwisata.

“Kami butuh kebersamaan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman ini. Ingat, orang tidak akan mau datang ke kampung kita apabila tidak ada rasa aman dan nyaman, baik itu investor yang mau menanamkan modal maupun wisatawan yang mau berkunjung. Kemajuan daerah tidak bisa hanya bersandar pada anggaran pemerintah, tapi harus ada komitmen bersama dan peran aktif sektor swasta. Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku dan asal daerah, untuk merapatkan barisan dan bersama-sama mengawal kemajuan Kabupaten Karimun ke depan,” pungkas Iskandarsyah.
Dengan dukungan organisasi paguyuban yang solid dan visi yang sama, Karimun optimis terus melaju menjadi daerah yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi semua warganya.
*Nichita Bella
