Karimun, beritakita.info – Perjalanan kepemimpinan Wan Abdul Rahman di puncak manajemen BPR Tuah Karimun harus berakhir lebih cepat dari jadwal. Direktur Utama bank milik pemerintah daerah ini resmi mengajukan surat pengunduran diri dan telah diterima secara resmi oleh pemilik modal. Keputusan ini diambil murni demi alasan kesehatan yang saat ini menjadi prioritas utama.
Bupati Karimun selaku Kuasa Pemilik Modal, Iskandarsyah, membenarkan telah menerima surat pengunduran diri tersebut sehari sebelumnya. Ia menjelaskan, langkah ini diambil karena kondisi kesehatan Wan Abdul Rahman pasca menjalani operasi medis masih memerlukan waktu pemulihan yang panjang dan istirahat total, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk menjalankan tugas pimpinan harian bank.
“Surat pengunduran dirinya sudah saya terima kemarin. Alasannya jelas soal kesehatan, beliau baru saja menjalani operasi dan butuh pemulihan lama. Kondisi itu membuatnya tidak bisa lagi bekerja seperti biasa. Padahal semangat dan keinginan beliau besar sekali untuk membenahi bank ini, tapi kita tidak boleh memaksakan keadaan jika menyangkut keselamatan dan kesehatan seseorang,” tegas Iskandarsyah saat dikonfirmasi.
Wan Abdul Rahman sejatinya baru saja dilantik pada 13 Agustus 2025 lalu di kediaman dinas Bupati, dengan masa bakti hingga tahun 2030. Ia didapuk memimpin di saat BPR Tuah Karimun sedang berjuang keras bangkit dari keterpurukan keuangan. Meski baru menjabat kurang dari satu tahun, kontribusi dan dedikasinya dalam proses pemulihan bank sangat diapresiasi oleh pemerintah daerah.
Kendati menyayangkan keputusan ini, Bupati menegaskan bahwa aspek kemanusiaan berada di atas segalanya. Pemerintah daerah sangat menghargai niat baik dan visi perbaikan yang dibawa Wan Abdul Rahman, namun menghormati keputusannya untuk fokus pada penyembuhan diri.
“Kami sangat berterima kasih atas apa yang sudah beliau sumbangkan selama ini. Beliau punya visi kuat untuk mengangkat nama BPR Tuah Karimun. Namun kesehatan adalah hak mutlak, kita tidak mungkin menahan seseorang untuk terus bekerja jika tubuhnya butuh istirahat panjang demi kesembuhan. Ini keputusan yang harus kita hormati bersama,” tambahnya tegas.
Guna memastikan roda organisasi tetap berputar dan program pemulihan yang sedang berjalan tidak terhenti di tengah jalan, pemerintah daerah langsung mengambil langkah konkret dan cepat. Posisi Direktur Utama kini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) yang sudah dikenal kinerjanya di internal bank.
“Untuk menjaga keberlangsungan layanan dan operasional, kami langsung menunjuk Ibu Siska Naritasari sebagai Plt Direktur Utama. Langkah ini kami ambil agar seluruh rencana kerja, restrukturisasi, dan peningkatan kinerja yang sudah kita susun tetap berjalan lurus sesuai target. Tidak ada jeda, tidak ada hambatan,” ungkap Iskandarsyah.
Dengan penunjukan ini, seluruh jajaran dan masyarakat diminta untuk mendukung penuh Siska Naritasari dalam menjalankan amanah ini. Fokus utama tetap pada percepatan pemulihan kinerja keuangan, pelayanan prima kepada masyarakat, serta mewujudkan BPR Tuah Karimun yang kuat, sehat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sebagaimana cita-cita bersama.
*Nichita Bella
